Followers

Thursday, February 17, 2011

Mimpi hari ini Kenyataan Hari Esok

Betul ke mimpi hari ini akan menjadi kenyataan pada hari esok?
Jika anda adalah seorang yang positif pasti anda akan bersetuju. Tapi mungkin anda akan berfikir dan mencari alasan untuk membantah terhadap ungkapan ini.Mungkin anda akan berfikir bahawa kita tidak akan tahu hari esok kerana kita  itu adalah urusan Allah.

Kita bukan tahu mengenai masa hadapan, tapi kita menginginkan sesuatu di masa depan kita yang dipanggil cita-cita.Mimpi, selama ianya positif maka akal kita akan mengarahkan kepada tindakan yang positif.

Bagaimana agar mimpi kita akan menjadi kenyataan pada hari esok?Agar mimpi menjadi kenyataan ianya bukan sekadar slogan tetapi ada syarat yang patut kita penuhi.

Kunci utama ialah kita memang betul-betul inginkan mimpi tu.Tindakan akan mengikut apa yang kita impikan.
Jadi kita tidak akan berdiam diri demi mendekatkan diri kita dengan impian kita.

Jika anda sudah mempunyai impian bermakna anda sudah mempunyai energi yg dahsyat.Jadi impian anda sudah jelas.Untuk menghubungkan impian anda dengan tempat anda berada sekarang anda memerlukuan arah. Arah yg betul supaya anda dapat sampai ke arah Impian yang anda impikan.

Arah mana yang perlu anda tuju, sudah ada di dalam peta fikiran anda.Peta itu adalah penunjuk jalan supaya anda tidak tersesat.Peta tidak perlu lengkap, cukup untuk memberikan anda langkah pertama sahaja.Selanjutnya anda akan menemukan jalan sukses dengan sendirinya.

You're what u're thingking..
teringat plak lagu..
"ENGKAU BOLEH.."

"Engkau lah apa kau fikirkan..kau bOLEH!!"hehe..ingat tu je..

well, kalau bosan2 jom bace..

TAJUK CERITA: AKU BOSAN

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.
Tamu : “Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan', Pak Tua?”
Pak Tua : “Bosan adalah keadaan di mana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”
Tamu : “Kenapa kita merasa bosan?”
Pak Tua : “Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”
Tamu : “Bagaimana menghilangkan kebosanan?”
Pak Tua : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”
Tamu : “Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”
Pak Tua: “Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”
Tamu : “Kerana kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeza, Pak Tua.”
Pak Tua : “Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinmu maka kebosanan pun akan hilang.”
Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinku?”
Pak Tua : “Ubahlah caramu melakukan rutinmu itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cubalah menulis sambil bongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di keursi, cubalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelefon dengan tangan kanan, cubalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu : “Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”
Pak Tua : “Cuba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”
Tamu : “Contohnya? ”
Pak Tua : “Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu : “Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”
Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari fikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari fikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berfikir ceria menjadikan kamu ceria.”



No comments: